Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa kelebihan dan kekurangan Anda? Ini yang perlu Anda jawab.

Pertanyaan Konsultasi :
Sebaiknya bagaimana kalau kita disuruh menjelaskan tentang diri kita?

Bagaimana bila ditanya apa kelemahan anda?

Bagaimana menjawab apa alasan anda keluar dari pekerjaan sebelumnya?

 

Salam

Kukuh A.

 

Jawaban Konsultasi :

Halo Kukuh,

Pertanyaan yang bagus yang sering ditanyakan juga oleh para job seeker.

Proses wawancara merupakan salah satu proses yang masih menjadi misteri bagi banyak orang.

Peserta wawancara mempercayai mitos bahwa ada serangkaian pertanyaan yang akan ditanyakan pada sesi wawancara. Lebih jauh lagi, pertanyaan ini diyakini memiliki jawaban paling tepat yang turun temurun disampaikan oleh orang-orang yang sudah lebih dulu bekerja.

Sayangnya, pertanyaan ini sebenarnya tidak selalu memiliki landasan ilmiah dan cukup banyak pewawancara juga sama saja bingungnya tentang makna dibalik pertanyaan-pertanyaan tersebut. Para pewawancara kadang mendapat list pertanyaan dari senior mereka dan begitu seterusnya tanpa tahu apa yang ingin dicari dari pertanyaan tersebut.

Bagaimana pun juga pertanyaan tersebut masih dapat kita jawab dengan cara tertentu, sehingga kesan yang kita berikan sesuai dengan yang kita harapkan.

[caption id="attachment_794" align="alignnone" width="630"]Jawaban Interview tentang kelebihan dan kekurangan diri pribadi Menceritakan kelebihan dan kekurangan[/caption]

Bagaimana menjelaskan tentang diri kita, termasuk kelebihan dan kekurangan?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang populer di kalangan pewawancara dan peserta wawancara.

Pada dasarnya pertanyaan ini berusaha menggali kompetensi seseorang. Namun, karena konstruksi pertanyaan yang terbuka biasanya jawaban yang didapat malah melebar dan tidak sesuai dengan yang pewawancara harapkan.

Sebagai peserta yang diwawancara, ada beberapa cara menjawab yang akan membantu pewawancara untuk melihat kompetensi yang Anda miliki.

Pertanyaan yang mengarahkan Anda untuk menceritakan tentang diri pribadi, dapat dijawab dengan memaparkan kronologi bagaimana Anda mendapatkan keterampilan yang relevan dengan posisi yang sedang Anda lamar.

Misalnya Anda melamar sebagai humas di salah satu perusahaan consumer goods, maka Anda dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan menceritakan bagaimana Anda mendapat keterampilan menjadi humas.
“Saya alumni psikologi yang sejak kuliah aktif sebagai humas di berbagai kepanitiaan. Saya juga mengambil kursus tentang humas dan pernah magang di departemen humas salah satu bank.”

Begitu pula dengan kelebihan dan kekurangan, pewawancara tidak peduli bahwa Anda mudah sakit, rajin menabung, atau pandai matematika. Mereka ingin mencari tahu sejauh mana batasan Anda dalam memberikan kontribusi. Mereka juga ingin mengetahui bagaimana Anda memanfaatkan kelebihan Anda untuk mengatasi kelemahan yang ada.

Pada contoh humas diatas kita dapat menjawab pertanyaan kelebihan dan kekurangan misalnya dengan :
“Saya memiliki keterbatasan dalam mobilitas karena tidak memiliki sim A maupun C sehingga seringkali perlu diantar dalam menjalankan peran sebagai humas. Namun, saya selalu mengantisipasi agar setiap kali saya beredar saya sudah memiliki agenda yang pasti sehingga setiap berangkat akan ada hasil yang didapat."

 

Kenapa Anda keluar dari pekerjaan sebelumnya?

Ini pertanyaan yang sangat umum ditanyakan. Sebenarnya pertanyaan ini untuk mengetahui apakah Anda pergi baik-baik atau meninggalkan masalah dengan perusahaan sebelumnya.

Wajar saja, tentu perusahaan tidak ingin menerima mereka yang akan menjadi masalah dikemudian hari. Maka kalau memang Anda bermasalah dengan pekerjaan sebelumnya, sebaiknya diselesaikan dahulu.

Lalu bagaimana jika alasan kita keluar dari pekerjaan sebelumnya adalah karena ingin gaji lebih tinggi, ingin lebih berkembang, dan lain sebagainya?

Alasan yang berorientasi pada kepentingan diri bukanlah jawaban yang baik. Alasan formal, alasan terkait situasi, itu lebih disarankan untuk disampaikan.

Contoh alasan formal:
“Kontrak saya habis dan meskipun saya ditawarkan untuk melanjutkan saya memilih mencari tempat baru untuk memperkaya jenis pekerjaan dan pengalaman saya di bidang yang berbeda.”

Contoh alasan situasional:
“Keluarga saya berpindah ke kota ini sehingga saya ikut berpindah dan mencari pekerjaan di kota ini.”

“Istri saya mendapat amanah untuk mengurus orang tuanya sehingga saya perlu pekerjaan yang waktunya lebih fleksibel untuk bergantian mengurus anak-anak.”

 

Demikian penjelasan dari saya, selamat wawancara, Godspeed!

 

Ervan Abu Nangim, S.Psi.

Career Coach

 

Mau Konsultasi ? Klik Di Sini

Posting Komentar untuk "Apa kelebihan dan kekurangan Anda? Ini yang perlu Anda jawab."