Ibu Rumah Tangga Ingin Kembali Bekerja
Pertanyaan Konsultasi:
Jawaban Konsultasi:
Halo teh Lia,
Membaca pertanyaan dari Teh Lia sungguh membuat saya teringat hal serupa yang pernah saya alami. Pada masa kuliah saya pernah bekerja selama tiga bulan di suatu training provider. Perusahaan tersebut karena satu dan lain hal akhirnya tutup dan saya kembali ke kampus untuk menyelesaikan skripsi saya.
Setelah lulus saya berhasil mendapat pekerjaan meskipun dengan track record kerja yang terbatas. Berikut ini yang saya lakukan dan semoga bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin kembali ke dunia kerja setelah sempat vakum beberapa waktu.
Sebagai seseorang yang pernah vakum dari dunia kerja, hal yang perlu disadari adalah teman-teman kita tidak berhenti dan tetap berkembang di karir mereka. Kondisi ini perlu kita berdayakan dengan kembali mengontak mereka. Namun, bukan untuk menanyakan lowongan kerja.
Hubungi teman-teman lama kita untuk mengetahui keterampilan apa yang sedang dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini. Kemudian mulai didik diri kita untuk memahami keterampilan tersebut. Ada banyak sumber online yang dapat memberi kita pengetahuan terkini.
Lakukan hal ini agar saat kita diwawancara kita tampak meyakinkan dan up to date.
Sebagai catatan, kalau saat kita menghubungi teman kita ternyata ada teman yang menawarkan pekerjaan, ya jangan ditolak juga. Perlakukan sebagai utang budi kita padanya, dan niatkan untuk membalas budi teman kita tersebut sesegera yang kita bisa.
Rentang pengalaman yang rendah memang bisa menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal ini dapat diatasi dengan mencari pengalaman tambahan. Bagaimana caranya?
Sambil mengontak teman lama kita, kita dapat bertanya apakah ada kegiatan sosial atau nirlaba yang bisa kita bantu dan terlibat di dalamnya. Pengalaman mengelola aktivitas nirlaba ini boleh kita klaim sebagai aktivitas kerja kita karena bagaimanapun kita bekerja disana meskipun sukarela.
Pertegas apa yang kita dapatkan dari aktivitas nirlaba kita dan relevansinya dengan pekerjaan yang sedang kita lamar. Misalnya kita terlibat di kepengurusan Ibu PKK sebagai pembina remaja, maka jelaskan pada pewawancara kita mampu dan terbiasa menghadapi berbagai macam orang dari berbagai kalangan usia.
Kembali ke dunia kerja setelah vakum sekian lama akan menimbulkan pertanyaan dari pewawancara. Apa yang terjadi selama kita vakum. Saat itu jawaban saya sangat jelas, menyelesaikan kuliah. Pada kasus Teh Lia pun sama, menjadi ibu rumah tangga. Jawaban ini sudah cukup memuaskan.
Namun, setiap jawaban tentu akan memancing pertanyaan lanjutan. Misalnya "apa yang membuat Anda memutuskan kembali bekerja?" Hal ini membutuhkan persiapan dari pelamar untuk menjawabnya dengan elegan.
Salah satu pilihan jawabannya adalah dengan menceritakan perubahan situasi yang terjadi, sedangkan jawaban yang tidak diharapkan adalah curhat.
Jawaban OKE:
Jawaban Curhat (tidak OKE)
Demkikian sedikit penjelasan saya. Semoga membuat mereka yang kembali dari vakum makin bersemangat.
Good luck! Do know that job hunting is a job itself.

Ervan Abu Nangim, S.Psi.
Career Coach
[alert-announce]Mau Konsultasi ? Klik Di Sini[/alert-announce]
"Selamat pagi
Sebelumnya perkenalkan nama saya Lia Herliana
Saya mau bertanya bagaimana kiat sukses meraih karir yang saya inginkan sementara latar belakang saya hanya seorang ibu rumah tangga?
Saya sempat mempunyai pengalaman kerja tapi hanya sekitar 3 bulan, sementara hampir seluruh lowongan kerja yang di minta minimal pengalaman 1 tahun
Apa nich kiat sukses menurut Bapak?"
Lia Herliana
Jawaban Konsultasi:
Halo teh Lia,
Membaca pertanyaan dari Teh Lia sungguh membuat saya teringat hal serupa yang pernah saya alami. Pada masa kuliah saya pernah bekerja selama tiga bulan di suatu training provider. Perusahaan tersebut karena satu dan lain hal akhirnya tutup dan saya kembali ke kampus untuk menyelesaikan skripsi saya.
Setelah lulus saya berhasil mendapat pekerjaan meskipun dengan track record kerja yang terbatas. Berikut ini yang saya lakukan dan semoga bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin kembali ke dunia kerja setelah sempat vakum beberapa waktu.
Perkuat jaringan
Sebagai seseorang yang pernah vakum dari dunia kerja, hal yang perlu disadari adalah teman-teman kita tidak berhenti dan tetap berkembang di karir mereka. Kondisi ini perlu kita berdayakan dengan kembali mengontak mereka. Namun, bukan untuk menanyakan lowongan kerja.
Hubungi teman-teman lama kita untuk mengetahui keterampilan apa yang sedang dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini. Kemudian mulai didik diri kita untuk memahami keterampilan tersebut. Ada banyak sumber online yang dapat memberi kita pengetahuan terkini.
Lakukan hal ini agar saat kita diwawancara kita tampak meyakinkan dan up to date.
Sebagai catatan, kalau saat kita menghubungi teman kita ternyata ada teman yang menawarkan pekerjaan, ya jangan ditolak juga. Perlakukan sebagai utang budi kita padanya, dan niatkan untuk membalas budi teman kita tersebut sesegera yang kita bisa.
Hargai dan dapatkan pengalaman
Rentang pengalaman yang rendah memang bisa menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal ini dapat diatasi dengan mencari pengalaman tambahan. Bagaimana caranya?
Sambil mengontak teman lama kita, kita dapat bertanya apakah ada kegiatan sosial atau nirlaba yang bisa kita bantu dan terlibat di dalamnya. Pengalaman mengelola aktivitas nirlaba ini boleh kita klaim sebagai aktivitas kerja kita karena bagaimanapun kita bekerja disana meskipun sukarela.
Pertegas apa yang kita dapatkan dari aktivitas nirlaba kita dan relevansinya dengan pekerjaan yang sedang kita lamar. Misalnya kita terlibat di kepengurusan Ibu PKK sebagai pembina remaja, maka jelaskan pada pewawancara kita mampu dan terbiasa menghadapi berbagai macam orang dari berbagai kalangan usia.
Persiapkan jawaban
Kembali ke dunia kerja setelah vakum sekian lama akan menimbulkan pertanyaan dari pewawancara. Apa yang terjadi selama kita vakum. Saat itu jawaban saya sangat jelas, menyelesaikan kuliah. Pada kasus Teh Lia pun sama, menjadi ibu rumah tangga. Jawaban ini sudah cukup memuaskan.
Namun, setiap jawaban tentu akan memancing pertanyaan lanjutan. Misalnya "apa yang membuat Anda memutuskan kembali bekerja?" Hal ini membutuhkan persiapan dari pelamar untuk menjawabnya dengan elegan.
Salah satu pilihan jawabannya adalah dengan menceritakan perubahan situasi yang terjadi, sedangkan jawaban yang tidak diharapkan adalah curhat.
Jawaban OKE:
Anak saya sekarang sudah cukup besar dan suami saya sudah dapat saya yakinkan untuk mendukung saya kembali bekerja. Sejak dulu saya memang senang memberikan kontribusi dengan ilmu yang saya miliki.
Jawaban Curhat (tidak OKE)
Suami saya kurang penghasilannya, jadi saya harus ikutan kerja
Demkikian sedikit penjelasan saya. Semoga membuat mereka yang kembali dari vakum makin bersemangat.
Good luck! Do know that job hunting is a job itself.

Ervan Abu Nangim, S.Psi.
Career Coach
[alert-announce]Mau Konsultasi ? Klik Di Sini[/alert-announce]
Posting Komentar untuk "Ibu Rumah Tangga Ingin Kembali Bekerja"