Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menggunting dalam lipatan

Pertanyaan Konsultasi


selamat siang mas saya dari kota medan tepatnya di daerah pematangsiantar ingin bertanya kepada kelas karier ini mas.
saya mau bertanya, bagaimana kita harus menghadapin teman yang suka menjatuhkan kita dari belakang mas?
maaf kalau aneh pertanyaannya mas

Noveria Marpaung

Jawaban Konsultasi


Selamat Siang Noveria

Sungguh pertanyaan yang unik. Meskipun pertanyaannya ini di luar konteks karir ada pelajaran berharga yang bisa kita dapat. Bagaimanapun kita seringkali berada pada situasi di mana ada rekan kita yang melakukan tindakan-tindakan untuk menjatuhkan kita maupun rekan lainnya.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa sudut pandang.

Refleksi diri


Langkah awal yang paling baik kita lakukan adalah menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan melihat ke dalam. Apakah kita orang yang menyebalkan sehingga memancing orang untuk ingin menjatuhkan kita? Apakah kita selama ini jangan-jangan juga bersikap sama seperti orang itu, yaitu tidak senang melihat ada orang yang lebih dari kita?

Proses melihat ke dalam ini setidaknya akan memastikan di mana letak masalahnya. Apakah kita sumbernya atau memang mereka yang sudah keterlaluan. Ada kutipan yang menarik, jika kemana-mana kita selalu mendapat masalah, mungkin kita lah sumber masalahnya.

Asertiveness


Setelah kita memastikan bahwa masalah bukan pada diri kita. Dengan jujur menilai bahwa kita memang selalu bersikap adil, mengutamakan kebaikan, dan tidak menyakiti orang lain. Kita selanjutnya dapat mulai membuka klarifikasi pada pihak yang bersangkutan.

Proses ini dapat dilakukan melalui beberapa tahap.
Sampaikan pengamatan Anda

Terkadang orang yang kita anggap menyebalkan tidak sadar bahwa dirinya menyebalkan. Tugas kita untuk memberikan data dan fakta bahwa perilaku mereka memang tidak berkenan bagi diri kita. Hal ini dilakukan dengan menyampaikan perilaku negatif apa yang kita amati dari diri mereka.

Misal:
Mawar, saya melihat kamu menyebarkan berita buruk tentang saya.

Sampaikan dampak perilaku mereka

Kemudian kita perlu menyampaikan dampak perilaku mereka itu, baik pada diri mereka, diri kita, maupun orang lain. Hal ini untuk menunjukkan bahwa perilaku mereka itu bukannya biasa saja dan dapat ditoleransi.

Misal:
Saya dijauhi teman-teman saya karena ucapan kamu itu. Saya merasa kecewa kamu melakukan hal itu. Saya khawatir kamu akan jadi dijauhi orang-orang dan dicap sebagai penyebar gosip. Hal ini akan menyakiti kamu juga, tidak cuma saya.

Sampaikan harapan Anda

Langkah  terakhir adalah dengan menyampaikan ekspektasi kita padanya dan perilaku apa yang kita harapkan. Misalnya:
Saya ingin kamu berhenti menyebar gosip. Itu akan lebih baik bagi kamu dan saya

 

Keunikan dari pendekatan ini adalah kita tidak perlu marah-marah, kita hanya perlu menyampaikan apa pengamatan kita, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita inginkan. Jika dia tidak juga berubah, kita boleh melakukan tindakan lanjutan yang mungkin lebih formal.

 

Begitulah kira-kira cara menjadi tegas tanpa terkesan menyebalkan.

Good luck! Do know that job hunting is a job itself.

Ervan Abu Nangim Kelas Karir

Ervan Abu Nangim, S.Psi.
Career Coach

[alert-announce]Mau Konsultasi ? Klik Di Sini[/alert-announce]

Posting Komentar untuk "Menggunting dalam lipatan"