Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Meningkatkan Percaya Diri saat Wawancara

Pertanyaan Konsultasi


Bagaimana meningkatkan rasa percaya diri ketika wawancara kerja? Terima kasih

Yunianto Dwi Anggoro

Jawaban Konsultasi


Saudara Yunianto, izinkan saya curhat dulu sebentar.

Wawancara kerja bukanlah hal yang mudah baik bagi pewawancara maupun yang diwawancarai. Sebagai pewawancara saya juga sama groginya kadang-kadang dengan mereka yang diwawancarai. Saya khawatir ada informasi yang belum sempat tergali, saya takut tidak obyektif dalam menilai, khawatir informasi yang disampaikan kandidat yang diwawancara malah salah saya tangkap, belum lagi kecemasan bila ternyata orang yang paling pas malah saya tidak loloskan.

Di seberang meja saya juga tahu yang diwawancara juga mengalami kecemasan tersendiri. Takut kurang sopan, khawatir salah bicara, cemas bila tidak menampilkan yang terbaik, dan pastinya takut tidak diterima.

Kondisi ini sebenarnya membuat pewawancara berusaha sebaik mungkin untuk membuat suasana yang nyaman bagi peserta wawancara. Pewawancara mungkin akan menawarkan pada mereka yang tampak sangat cemas untuk minum, mengajak bercanda, dan kadang perlu dengan polosnya berkata, "jangan tegang ya."

Bila Anda melamar pada perusahaan besar yakinlah mereka ingin Anda menunjukkan yang terbaik, dan mereka akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu Anda menunjukkan kompetensi Anda. Bila saat di wawancara Anda merasa pewawancara kasar, tidak menghargai Anda, atau cuek, yakinlah jika diterima maka perusahaan itu akan memperlakukan Anda dengan seperti saat Anda diwawancara. Maka terkadang, tidak diterima malah merupakan anugerah.

Proses wawancara yang baik akan membuat kedua pihak merasa nyaman dan hasilnya apapun masing-masing merasa sudah memberikan yang terbaik.

Berikut ini saya sampaikan beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar wawancara bisa dihadapi dengan lebih percaya diri.

Kamera, action!


Sebagai pihak yang diwawancara anggaplah Anda sedang shooting film. Anda perlu memilih peran mana yang ingin Anda tunjukkan. Maksudnya bila Anda melamar untuk posisi keuangan misalnya, maka aspek pada diri Anda yang perlu ditonjolkan adalah tentang keuangan. Meskipun Anda jago programming, aspek itu tidak perlu ditampilkan karena tidak relevan dengan kebutuhan kompetensi yang dicari oleh pewawancara.

Maka persiapan yang harus dilakukan adalah siapkan cerita tentang pengalaman yang relevan dengan jabatan yang Anda lamar. Misalnya ceritakan ketika Anda mampu mengelola keuangan untuk proyek 200juta, atau saat Anda sealu membuat salinan catatan keuangan dengan berbagai bentuk, sehingga saat print out catatan hilang dan komputer rusak, Anda masih punya salinannya di google drive Anda.

Mensana en corpore sano


Ketidak percayaan diri erat kaitannya dengan kondisi fisik. Maka untuk meningkatkan kesiapan diri menghadapi wawancara Anda perlu membereskan dulu urusan tubuh. Datanglah lebih awal ke tempat wawancara sehingga Anda sempat ke kamar kecil, minum, dan melakukan penyegaran lain. Selain itu datang lebih awal juga memberi kita waktu merapikan kembali pakaian kita yang tentunya membuat kita lebih segar saat bertemu pewawancara.

Anda bisa bayangkan kalau sampai pada waktu yang mepet, bisa-bisa Anda bertemu pewawancara dalam kondisi lusuh. Kalau sudah begini mana bisa kita merasa percaya diri.

Simbiosis Mutualisme


Tips terakhir untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah dengan menyadari bahwa mereka membutuhkan Anda seperti Anda membutuhkan mereka. Menganggur memang kadang sedikit demi sedikit menggerus kepercayaan diri kita, namun saat sudah masuk ruang wawancara selalu ubah cara pikir Anda dengan menyadari bahwa Anda disana bukan sedang minta-minta koq,

Saat diwawancara Anda sebenarnya sedang memberikan penawaran untuk mengembangkan perusahaan. Anda bekerja bukan semata menukar waktu dengan uang, Anda sedang menawarkan keterampilan yang Anda miliki untuk membantu perusahaan berjalan dengan lebih efektif. Tunjukkan bahwa Anda bersedia berkontribusi lebih dalam perusahaan.

Pewawancara hampir selalu mengajukan pertanyaan "Baiklah sekarang apakah dari Anda ada yang mau ditanyakan?" Manfaatkan pertanyaan ini untuk menunjukkan kualitas Anda dengan menunjukkan antusiasme. Jawablah dengan kalimat seperti:
Apakah rencana pengembangan perusahaan yang berkaitan dengan kompetensi yang saya miliki?

Ajukan pertanyan ini agar Anda tahu apakah kompetensi Anda akan lama dibutuhkan oleh perusahaan dan menunjukkan bahwa Anda ingin bisa berkontribusi lebih)

Jawaban lain
Maaf kalau tidak nyambung, tapi saya ingin tahu, kalau menurut Anda apa yang paling menyenangkan dari bekerja di perusahaan ini

Percayalah pertanyaan ini bisa mengagetkan pewawancara tapi mereka bisa jadi senang hati menjawabnya. Jika perusahaan memang menyenangkan mereka akan dengan senang hati bercerita bagaimana situasi kerja yang akan kita hadapi. Sebaliknya, bila mereka tampak enggan bercerita bisa jadi memang perusahan tersebut tidak asik untuk bekerja. Kalau sudah begini mendingan kita tidak usah bekerja disana.

Pertanyaan tentu boleh diajukan, poin pentingnya adalah jangan bertanya pertanyaan egois yang berfokus pada diri Anda, seperti berapa hari cuti, berapa tunjangan, kapan ada kenaikan gaji, itu semua pertanyaan yang berkaitan dengan kepentingan Anda. Berikan pertanyaan yang menunjukkan antusiasme bekerja dan berfokus pada perusahaan.

Kesimpulannya adalah wawancara itu seperti kencan buta di mana Anda sedang mencari kecocokan. Sangat wajar bila cemas, namun hal ini jangan sampai membuat Anda tidak percaya diri. Kemudian sekali lagi ingat bahwa Anda bukan sedang minta-minta, tapi sedang menawarkan kebaikan bagi perusahaan.

Good luck! Do know that job hunting is a job itself.

Ervan Abu Nangim Kelas Karir

Ervan Abu Nangim, S.Psi.
Career Coach

[alert-announce]Mau Konsultasi ? Klik Di Sini[/alert-announce]

Posting Komentar untuk "Tips Meningkatkan Percaya Diri saat Wawancara"