Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiba-tiba Blank ketika Wawancara

Pertanyaan Konsultasi


Mas, bagaimana mengngatasi nervous saat interview? Dan cara mengatasi situasi dimana kita blank banget dengan pertanyaan-pertanyaan interview?

Avesena

Jawaban Konsultasi


Dear Ave, pertanyaan tentang nervous bisa dilihat di beberapa post sebelum ini ya. Kali ini saya akan lebih fokus pada pembahasan menghadapi blank.

Tidak dapat dipungkiri ada saja masa kita hilang fokus dan tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh pewawancara, atau kita memang sama sekali tidak mengerti maksud pembicaraan pewawancara. Hal ini bisa membuat kita tampak buruk di mata pewawancara bila tidak ditanggapi dengan tepat.



Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui dalam mengelola blank.

Blank karena tidak mengerti


Tipe blank yang ini bisa jadi tidak termaafkan tapi sebenarnya mudah ditangani. Biasanya hal ini terjadi karena kita memberikan informasi yang kurang spesifik atau lebih parah lagi memberi informasi salah di CV kita.

Misalnya kita menyatakan bahwa kita bisa programming lalu pewawancara bertanya tentang standar penamaan variabel yang biasa kita gunakan di PHP. Kalau kita tidak pernah memprogram PHP tentu kita kesulitan menjawabnya. Akibatnya kita dinilai buruk dan tidak kompeten oleh pewawancara.

Kondisi ini bisa kita cegah dengan memberikan informasi spesifik pada CV kita misalnya kita programmer python. Tentu pertanyaan pewawancara akan berkaitan dengan python. 

Tipsnya adalah sadari bahwa apapun yang kita tulis pada CV adalah bahan yang akan ditanyakan pada kita. Kondisi ini menyenangkan sebenarnya, bayangkan saja Anda ikut ujian tapi Anda sendiri yang membuat  kisi-kisinya. Dengan memastikan kita menguasai CV kita sepenuhnya, terjadinya blank hampir pasti dapat dihindari.

Blank karena tidak fokus


Tipe blank yang disebabkan oleh tidak fokus biasanya termaafkan asalkan jangan terlalu sering. Wajar bila sesekali kita tidak menangkap pertanyaan pewawancara, apakah karena mereka bicara terlalu cepat, atau suaranya terlalu pelan dan lain sebagainya. Sebagai pewawancara saya sering diminta mengulang pertanyaan karena intonasi saya yang terlalu cepat dan ini sah-sah saja.

Saat kita tidak fokus dan kehilangan arah pembicaraan maka yang harus dilakukan cukup minta pewawancara mengulangi kembali pertanyaannya.
Maaf Pak, saya kurang menangkap maksud pertanyaan bapak, bisa tolong diulangi?

Kalimat seperti ini sudah cukup. Tidak usah bilang kalau Anda ngeblank, lagi teralihkan, atau malah komplen karena suara pewawancara terlalu pelan. Cukup minta mereka mengulang pertanyaan. Tapi ingat, jangan sering-sering ya!

Good luck! Do know that job hunting is a job itself.

Ervan Abu Nangim Kelas Karir

Ervan Abu Nangim, S.Psi.
Career Coach

[alert-announce]Mau Konsultasi ? Klik Di Sini[/alert-announce]

Posting Komentar untuk "Tiba-tiba Blank ketika Wawancara"